SOPPENG — Sulselsatu.co.id. Dugaan penyimpangan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Soppeng kembali memantik kemarahan publik. Penanganan kasus yang dinilai lamban bahkan terkesan “jalan di tempat” memicu kecurigaan adanya pembiaran serius.
Ketua IWO Sulsel, Zulkifli Tahir, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. Ia bahkan melontarkan ultimatum keras: jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat, kasus ini akan diseret ke Bareskrim Polri untuk diusut secara nasional.
Menurutnya, program bantuan alsintan sejatinya merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk mendongkrak produktivitas petani. Namun, di lapangan justru muncul dugaan kuat adanya permainan oknum yang menjadikan bantuan tersebut sebagai ladang bisnis pribadi.
“Ini bukan lagi sekadar dugaan biasa. Kami melihat ada indikasi kuat penyalahgunaan yang mencederai tujuan program. Lebih parahnya, penanganannya seperti mandek tanpa arah,” tegas Zulkifli.
Ia juga menyoroti potensi kerugian yang dialami petani akibat praktik tersebut. Bantuan yang seharusnya menjadi penopang kesejahteraan justru diduga tidak tepat sasaran, bahkan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.
“Kami mencium adanya praktik yang tidak sehat. Kalau aparat di daerah tidak mampu atau tidak serius, maka kami akan dorong penanganan ke tingkat pusat agar dibongkar secara terang-benderang,” lanjutnya dengan nada keras.
Zulkifli menegaskan, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan pemerintah bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk tidak bermain-main dalam menangani kasus yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, khususnya petani.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam dan diharapkan tidak berhenti sebagai isu semata. Publik menunggu langkah tegas aparat untuk mengungkap dugaan penyimpangan tersebut hingga ke akar-akarnya, sekaligus memastikan tidak ada lagi program pemerintah yang disalahgunakan demi kepentingan segelintir oknum.
