SOPPENG —Sulselsatu.co.id. Kerusakan Jembatan Cendrena yang sudah berlangsung cukup lama kembali memicu kekecewaan warga. Pasalnya, sampai hari ini belum ada tanda-tanda perbaikan, padahal masyarakat sangat berharap pada program unggulan Bupati Soppeng, yakni Program Tanpa Tunggu, yang pernah disampaikan dengan penuh semangat saat kampanye.
Dari hasil pantauan wartawan pada Minggu, 10 Mei, kondisi jembatan terlihat memprihatinkan. Kayu-kayu lantai jembatan sudah lapuk, sejumlah bagian berlubang, dan jalur pengaman mulai rusak. Warga sekitar bersama para pengguna jalan menilai kerusakan ini telah menghambat aktivitas harian mereka.
Warga yang berasal dari Matoangin, Endrekeng, hingga Labokong, jika ingin menuju pusat Kota Soppeng, terpaksa harus memutar sangat jauh. Begitu pula sebaliknya, warga Cendrena yang ingin menuju Labokkom harus menempuh rute panjang karena jembatan ini tak lagi layak dilintasi.
“Kami mohon pemerintah turun tangan. Jembatan ini urat nadi kami. Aktivitas ekonomi jadi tersendat, waktu tempuh semakin lama, biaya transportasi pun naik,” keluh salah satu warga.
Ketua LSM LPKN Kabupaten Soppeng, Alfred Surya Putra Panduu, yang ditemui di salah satu warkop di Soppeng, turut menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, Jembatan Cendrena adalah jantung jalur perekonomian masyarakat, sehingga kerusakannya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Saya meminta Pemkab Soppeng, dalam hal ini Bupati dan Kepala Dinas PUPR, segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Ini fasilitas publik yang sangat vital,” tegas Alfred.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Soppeng, khususnya dari Kepala Dinas PUPR, terkait rencana perbaikan jembatan tersebut.
Warga berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses jembatan ini.
( Wari2e )
