SOPPENG – Ketua Umum LSM LPKN (Lembaga Pemantau Korupsi dan Aparatur Negara), Alfred Surya Putra Pandu'u, kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Melalui pesan moral bertajuk “Jangan Jual Amanah Demi Rupiah”, Alfred mengajak seluruh aparatur negara dan penyelenggara pemerintahan untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Menurut Alfred, jabatan merupakan amanah yang diberikan oleh rakyat dan negara, sehingga tidak boleh disalahgunakan demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa praktik korupsi, pungutan liar, gratifikasi, maupun penyalahgunaan kewenangan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat.
“Jangan jual amanah demi rupiah. Harta bisa dicari, tetapi kepercayaan rakyat yang hilang sangat sulit untuk dikembalikan. Setiap pejabat dan aparatur negara harus bekerja dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab,” tegas Alfred Surya Putra Pandu'u.
LSM LPKN, lanjutnya, akan terus berperan aktif sebagai lembaga kontrol sosial yang mengawasi penggunaan anggaran negara serta berbagai program pembangunan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Alfred juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika menemukan dugaan penyimpangan, korupsi, maupun praktik-praktik yang merugikan keuangan negara. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Bangunlah daerah dengan kejujuran, bukan dengan kebohongan. Jabatan adalah pengabdian, bukan kesempatan untuk memperkaya diri. Mari bersama-sama menciptakan pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan bebas dari korupsi,” tambahnya.
Melalui seruan ini, LSM LPKN berharap nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dapat terus ditanamkan dalam setiap lini pemerintahan demi terwujudnya pembangunan yang adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
( Edgar )
