Bone -Sulselsatu.co.id. Perayaan Hari Jadi Kabupaten Bone ke-48 pada Kamis (4/6) menghadirkan sebuah momen yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna politik dan pemerintahan. Di tengah kemeriahan acara, Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, tampil berduet di atas panggung bersama Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, dan Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin.
Momen tersebut menjadi simbol kuat kedekatan dan sinergi antarpemimpin daerah yang selama ini kerap terkesan dibatasi oleh sekat-sekat formalitas birokrasi. Kehangatan yang ditunjukkan di atas panggung mencerminkan semangat kolaborasi yang lebih cair, humanis, dan progresif dalam membangun hubungan lintas wilayah.
Lebih dari sekadar hiburan, kebersamaan itu dinilai sebagai pesan bahwa efektivitas pemerintahan tidak hanya dibangun melalui rapat formal dan dokumen administratif, tetapi juga melalui komunikasi yang terbuka, hubungan personal yang baik, dan semangat kolaboratif antar pemangku kepentingan.
Kehadiran Ketua DPRD Soppeng dalam perayaan tersebut juga dipandang sebagai sinyal positif semakin eratnya hubungan antara Kabupaten Bone dan Kabupaten Soppeng dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah di masa mendatang.
Ketua LSM LPKN Soppeng, Alfred Surya Putra Panduu, memberikan apresiasi atas momen tersebut. Menurutnya, para pemimpin daerah telah menunjukkan contoh kepemimpinan modern yang mengedepankan kebersamaan dan kemitraan dibanding sekadar menjaga batas-batas kewenangan.
"Ini bukan sekadar duet lagu di atas panggung. Ini adalah simbol bahwa pemimpin harus mampu membangun komunikasi yang dekat, baik dengan sesama pemimpin maupun dengan masyarakat. Mereka menunjukkan bahwa kolaborasi tidak selalu harus dimulai dari meja rapat, tetapi juga dari hubungan yang harmonis dan saling menghargai," ujar Alfred, Jumat (5/6).
Ia menambahkan, gaya kepemimpinan yang terbuka dan inklusif seperti ini patut diapresiasi karena mampu menciptakan suasana kerja sama yang lebih produktif demi kepentingan masyarakat luas.
"Ketika para pemimpin mampu melebur tanpa sekat dan ego wilayah, maka yang lahir adalah kekuatan kolaborasi yang lebih besar. Inilah wajah kepemimpinan masa depan yang santun, humanis, dan berorientasi pada solusi," tegasnya.
Perayaan Hari Jadi Bone ke-48 pun tidak hanya meninggalkan kesan meriah, tetapi juga menghadirkan pesan penting tentang arti persatuan, komunikasi, dan sinergi dalam membangun daerah yang lebih maju
